SOFTWARE

SOFTWARE

 

Software adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk menjalankan perintah kerja pada komputer. Software diformat dan disimpan secara digital, termasuk program komputer, dokumentasinya, dan berbagai informasi yang bisa dibaca dan ditulis oleh komputer.

Pengertian lain menyebutkan Software adalah data elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan suatu perintah. Melalui sofware atau perangkat lunak inilah suatu komputer dapat menjalankan suatu perintah atau program.

Jenis-Jenis Software berdasarkan sifatnya :

  • Sistem operasi (operating system) misalnya Ubuntu, Winwows XP, Windows 7, Windows 8.
  • Perangkat lunak aplikasi (application software) seperti pengolah kata (ms. word), pengolah angka (ms. excel), pemutar media (media player), dan paket aplikasi perkantoran seperti Microsoft Office.
  • Pengendali perangkat keras (device driver) yaitu penghubung antara perangkat perangkat keras pembantu dan komputer adalah software yang banyak dipakai di swalayan dan juga sekolah, yaitu penggunaan barcode scanner pada aplikasi database lainnya.
  • Perangkat lunak menetap (firmware) seperti yang dipasang dalam jam tangan digital dan pengendali jarak jauh.
  • Perangkat lunak bebas (free ‘libre’ software) dan Perangkat lunak sumber terbuka (open source software)
  • Perangkat lunak gratis (freeware)
  • Perangkat lunak uji coba (shareware / ‘trialware)
  • Perangkat lunak perusak (malware)

DAFTAR PUSTAKA

  1. www.kucoba.com diakses 18 april 2013
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat_lunak dikases 18 april 2013-04-18

VOIP

(Voice Over Internet Protocol)

Pengertian

                VOIP singkatan dari Voice Over Internet Protocol atau biasa disebut digital phone merupakan salah satu bagian dari teknologi transmisi untuk mentransmisikan komunikasi suara melalui IP, seperti internet ataupun packet-switched networks. Dengan menggunakan VoIP, kita dapat melakukan panggilan telepon melalui koneksi internet, tidak lagi menggunakan saluran telepon konvensional yang melakukan transmisi secara analog. Beberapa layanan VoIP hanya bisa di gunakan untuk melakukan panggilan ke orang lain yang menggunakan layanan yang sama. Tetapi ada juga layanan VoIP yang dapat melakukan panggilan kepada siapa saja melalui nomor telepon, lokal, jarak jauh, mobile phone bahkan nomor internasional.

 

Sejarah mengenai VOIP

                Sejarah Perkembangan teknologi VoIP dimulai dari penemuan telepon pada tahun 1876 oleh Alexander Graham Bell.  Kemudian dikembangkan lagi teknologi PSTN ( Public Switched Telephone Network ) yang sudah berkembang sampai sekarang.  Beberapa tahun kemudian mulai berkembang teknologi yang baru. Pembuatan Personal Computer (PC) secara massal, system komunikasi telepon selular dan terakhir system berdasarkan jaringan internet yang memberikan layanan e-mail, Chat dan lain-lain.

Teknologi VoIP diperkenalkan setelah internet mulai berkembang sekitar tahun 1995. Pada mulanya kemampuan mengirimkan suara melalui internet hanya merupakan eksperimen dari beberapa orang atau perusahaan kecil. Ini dimulai dengan perusahaan seperti Vocaltech dan kemudian pada akhirnya diikuti oleh Microsoft dengan program Netmeeting-nya. Pada saat itu jaringan komputer internet masih sangat lambat. Di rumah-rumah  (khususnya di Amerika) masih digunakan dial-up dengan kecepatan 36,6 Kbyte. Backbone Internet pun masih kecil. Aplikasi  yang  bersifat  menghabiskan  bandwidth,  seperti  misalnya  suara  atau  video,  masih sangat terbatas penggunaannya di pusat penelitian yang memiliki bandwidth besar.

Dalam komunikasi  VoIP, pemakai melakukan hubungan telepon melalui terminal yang berupa PC atau telepon biasa. Dengan bertelepon menggunakan VoIP, banyak keuntungan yang dapat diambil diantaranya adalah dari segi biaya jelas lebih murah dari tarif telepon tradisional, karena jaringan IP bersifat global. Sehingga untuk hubungan Internasionaldapat ditekan hingga 70%.  Selain  itu,  biaya  maintenance  dapat  di  tekan  karena  voicedan  data  network terpisah, sehingga IP Phone dapat di tambah, dipindah dan di ubah. Hal ini karena VoIP dapat dipasang di  sembarang   ethernet  dan   IP  address,  tidak  seperti  telepon  konvensional  yang  harus mempunyai port tersendiri di Sentral atau  PBX (Private branch exchange).

Perkembangan VOIP di Indonesia

Untuk di Indonesia komunitas pengguna / pengembang VoIP di masyarakat, berkembang di tahun 2000. Komunitas awal pengguna / pengembang VoIP adalah “VoIP Merdeka” yang dicetuskan oleh pakar internet Indonesia, Onno W. Purbo. Teknologi yang digunakan adalah H.323 yang merupakan teknologi awal VoIP. Sentral VoIP Merdeka di hosting di Indonesia Internet Exchange (IIX) atas dukungan beberapa ISP dan Asossiasi Penyelenggara Jaringan Internet (APJII).

Di tahun 2005, Anton Raharja dan tim dari ICT Center Jakarta mulai mengembangkan VoIP jenis baru berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Teknologi SIP merupakan teknologi pengganti H.323 yang sulit menembus proxy server. Di tahun 2006, infrastruktur VoIP SIP di kenal sebagai VoIP Rakyat.

Pada tahun 2003 VoIP merdeka tumbuh karena dilatar belakangi pemerintah yang akan menaikan pulsa telepon. Beberapa rekan, seperti, Hariyanto Pribadi, Judhi Prasetyo, Onno W. Purbo, Michael Sunggiardi, dibantu oleh APJII dan rekan-rekan industri lainnya mulai mengoperasikan sentral telepon VoIP berbasis protokol H.323 di Internet untuk memberikan solusi telekomunikasi yang murah pada rakyat Indonesia.

Januari 2003, VoIP Merdeka sempat menjadi feature e-lifestyle MetroTV dan mendemokan secara life video conference via Internet dari MetroTV ke Judhi Prasetyo yang berada di Singapura. Sambungan Internet yang digunakan untuk life video conference tersebut dilakukan melalui jalur dial-up IndoNet.

Protokol VoIP

 Voice over IP telah diimplementasikan dalam berbagai macam jalan menggunakan hak milik dan standar serta protokol terbuka. Contoh protokol jaringan yang digunakan untuk mengimplementasikan VoIP meliputi:

  • H.323
  • Media Gateway Control Protocol (MGCP)
  • Session Initiation Protocol (SIP)
  • Real-time Transport Protocol (RTP)
  • Session Description Protocol (SDP)
  • Inter-Asterisk eXchange (IAX)

 

Cara Kerja VoIP

Prinsip kerja VoIP adalah mengubah suara analog yang didapatkan dari speaker pada Komputer menjadi paket data digital, kemudian dari PC diteruskan melalui Hub/ Router/ ADSL Modem dikirimkan melalui jaringan internet dan akan diterima oleh tempat tujuan melalui media yang sama. Atau bisa juga melalui melalui media telepon diteruskan ke phone adapter yang disambungkan ke internet dan bisa diterima oleh telepon tujuan.

Untuk Pengiriman sebuah sinyal ke remote destination dapat dilakukan secara digital yaitu sebelum dikirim data yang berupa sinyal analog diubah ke bentuk data digital dengan ADC (Analog to Digital Converter), kemudian ditransmisikan, dan di penerima dipulihkan kembali menjadi data analog dengan DAC (Digital to Analog Converter). Begitu juga dengan VoIP, digitalisasi voice dalam bentuk packets data, dikirimkan dan di pulihkan kembali dalam bentuk voice di penerima. Format digital lebih mudah dikendaika, dalam hal ini dapat dikompresi, dan dapat diubah ke format yang lebih baik dan data digital lebih tahan terhadap noise daripada analog.

Bentuk  paling  sederhana  dalam  sistem  VoIP  adalah  dua  buah  komputer  terhubung dengan internet. Syarat-syarat dasar untuk mengadakan koneksi VoIP adalah komputer yang terhubung ke internet, mempunyai sound card yang dihubungkan dengan speaker dan mikropon. Dengan dukungan software khusus, kedua pemakai komputer bisa saling terhubung dalam koneksi VoIP satu sama lain. Bentuk hubungan tersebut bisa dalam bentuk pertukaran file, suara, gambar. Penekanan utama dalam VoIP adalah hubungan keduanya dalam bentuk suara.

            Pada perkembangannya, sistem koneksi VoIP mengalami evolusi. Bentuk peralatan pun berkembang, tidak hanya berbentuk komputer yang saling berhubungan, tetapi peralatan lain seperti pesawat telepon biasa terhubung dengan jaringan VoIP. Jaringan data digital dengan gateway untuk VoIP memungkinkan berhubungan dengan PABX atau jaringan analog telepon biasa. Komunikasi antara komputer dengan pesawat (extension) di kantor adalah memungkinkan. Bentuk  komunikasi  bukan  Cuma  suara  saja.  Bisa  berbentuk  tulisan  (chating)  atau  jika jaringannya cukup besar bisa dipakai untuk Video Conference. Dalam bentuk yang lebih lanjut komunikasi ini lebih dikenal dengan IP Telephony yang merupakan komunikasi bentuk multimedia sebagai kelanjutan bentuk komunkasi suara (VoIP). Keluwesan dari VoIP dalam bentuk jaringan, peralatan dan media komunikasinya membuat VoIP menjadi cepat popular di masyarakat umum.

Keuntungan VoIP

  • Biaya lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh. Penekanan utama dari VoIP adalah biaya. Dengan dua lokasi yang terhubung dengan internet maka biaya percakapan menjadi sangat rendah.
  • Memanfaatkan infrastruktur jaringan data  yang sudah ada untuk suara. Berguna jika perusahaan sudah mempunyai jaringan. Jika memungkinkan jaringan yang ada bisa dibangun jaringan VoIP dengan mudah. Tidak diperlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara.
  • Penggunaan  bandwidth  yang  lebih  kecil  daripada  telepon  biasa.  Dengan  majunya teknologi penggunaan bandwidth untuk voice sekarang ini menjadi sangat kecil. Teknik pemampatan data memungkinkan suara hanya membutuhkan sekitar 8kbps bandwidth.
  • Memungkinkan digabung dengan jaringan telepon lokal yang sudah ada. Dengan adanya gateway bentuk jaringan VoIP bisa disambungkan dengan PABX yang ada dikantor. Komunikasi antar kantor bisa menggunakan pesawat telepon biasa.
  • Berbagai bentuk jaringan VoIP bisa digabungkan menjadi jaringan yang besar. Contoh di Indonesia adalah VoIP Rakyat.
  • Variasi penggunaan peralatan yang ada, misal dari PC sambung ke telepon biasa, IP phone handset

Kelemahan dari VoIP

  • Kualitas suara tidak sejernih jaringan PSTN. Merupakan efek dari kompresi suara dengan bandwidth kecil maka akan ada penurunan kualitas suara dibandingkan jaringan PSTN konvensional. Namun jika koneksi internet yang digunakan adalah koneksi internet pita- lebar / broadband seperti Telkom Speedy, maka kualitas suara akan jernih – bahkan lebih jernih dari sambungan Telkom dan tidak terputus-putus.
  • Ada jeda dalam berkomunikasi. Proses perubahan data menjadi suara, jeda jaringan, membuat adanya jeda dalam komunikasi dengan menggunakan VoIP. Kecuali jika menggunakan koneksi Broadband (lihat di poin atas).
  • Regulasi dari pemerintah RI membatasi penggunaan untuk disambung ke jaringan milik Telkom.
  • Jika belum terhubung secara 24 jam ke internet perlu janji untuk saling berhubungan.
  • Jika memakai internet dan komputer di belakang NAT (Network Address Translation), maka dibutuhkan konfigurasi khusus untuk membuat VoIP tersebut berjalan
  • Tidak pernah ada jaminan kualitas jika VoIP melewati internet.
  • Peralatan relatif mahal. Peralatan VoIP yang menghubungkan antara VoIP dengan PABX (IP telephony gateway) relatif berharga mahal. Diharapkan dengan makin populernya VoIP ini maka harga peralatan tersebut juga mulai turun harganya.
  • Berpotensi  menyebabkan  jaringan  terhambat/Stuck.  Jika  pemakaian  VoIP  semakin banyak, maka ada potensi jaringan data yang ada menjadi penuh jika tidak diatur dengan baik. Pengaturan bandwidth adalah perlu agar jaringan di perusahaan tidak menjadi jenuh akibat pemakaian VoIP.
  • Penggabungan jaringan tanpa dikoordinasi dengan baik akan menimbulkan kekacauan dalam sistem penomoran

Daftar Pustaka

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Voice_over_IP dikases 18 april 2013
  2. http://nana-afrina.blogspot.com/2011/04/pengertian-voip.html diakses18 april 2013
  3. http://volkshymne.blogspot.com/2010/02/pengertian-voip.html diakses 18 april 2013

 

VIDEO VOIP

 

 

Video over IP / IPTV (Internet Protocol TV)

           

Istilah IPTV pertama kali muncul pada tahun 1995 dengan pendirian ajaran Software oleh Judith Estrin dan Bill Carrico. Ajaran dirancang dan dibangun sebuah produk video internet bernama IP / TV. IP / TV adalah MBONE Windows yang kompatibel dan aplikasi berbasis Unix yang bergerak tunggal dan multi-sumber audio / video lalu lintas, mulai dari kualitas rendah sampai DVD, menggunakan kedua unicast dan multicast IP Real-time Transport Protocol (RTP) dan kontrol real time protokol (RTCP). Perangkat lunak ini ditulis terutama oleh Steve Casner, Karl Auerbach, dan Cha Chee Kuan. Ajaran diakuisisi oleh Cisco Systems pada tahun 1998. Cisco mempertahankan IP / TV merek dagang.

Radio internet perusahaan AudioNet memulai webcast live pertama terus menerus dengan konten dari WFAA-TV pada bulan Januari 1998 dan KCTU-LP pada tanggal 10 Januari 1998.

Kingston Communications, operator telekomunikasi regional di Inggris, meluncurkan KIT (Kingston Interaktif televisi), sebuah IPTV lebih dari DSL broadband layanan TV interaktif pada bulan September 1999 setelah melakukan uji coba berbagai TV dan VoD. Operator menambahkan layanan VoD tambahan pada bulan Oktober 2001 dengan Ya TV, penyedia konten VoD. Kingston adalah salah satu perusahaan pertama di dunia untuk memperkenalkan IPTV dan VoD IP lebih dari ADSL.

Pada tahun 2002, Sasktel adalah orang pertama yang komersial menyebarkan Internet Protocol (IP) video melalui jalur pelanggan digital (DSL) menggunakan Stinger Lucent (R) DSL platform. Pada tahun 2006, adalah perusahaan Amerika Utara pertama yang menawarkan saluran HDTV atas layanan IPTV.

Pada tahun 2003, Jumlah Akses Jaringan Inc meluncurkan layanan IPTV, terdiri dari 100 stasiun IPTV bebas di seluruh dunia. Layanan ini telah digunakan di lebih dari 100 negara di seluruh dunia, dan memiliki saluran dalam 26 bahasa.

Pada tahun 2005, Bredbandsbolaget meluncurkan layanan IPTV sebagai operator selular pertama di Swedia. Pada Januari 2009, mereka bukan lagi pemasok terbesar; TeliaSonera yang meluncurkan layanan mereka kemudian memiliki pelanggan sekarang lebih.

Pada tahun 2006, AT & T U-Ayat meluncurkan layanan IPTV-nya di Amerika Serikat, yang terdiri dari kepala akhir nasional dan regional video-melayani kantor. AT & T menawarkan lebih dari 300 channel di 11 kota dengan lebih yang akan ditambahkan pada tahun 2007 dan seterusnya. Pada bulan Maret 2009, AT & T mengumumkan bahwa U-ayat telah diperluas ke 100 atau lebih channel High Definition di setiap pasar TV U-Ayat. [10] Saat menggunakan protokol IP, AT & T telah membangun jaringan IP privat khusus untuk transportasi video.

IPTV  (Internet  Protocol  Television)  adalah  sebuah  sistem  di  mana sebuah layanan televisi digital dikirimkan menggunakan Internet Protocol (IP) melewati  sebuah  infrastruktur  jaringan  tertutup  atau  private.  IPTV sering disertakan bersama dengan fasilitas Video on Demand dan biasa juga digabungkan dengan layanan internet, seperti akses web dan VoIP (Voice over Internet Protocol). IPTV pertama kali dikembangkan melalui siaran streaming internet pada tahun 1994 oleh Stasiun TV ABC menggunakan bantuan perangkat lunak CU-seeme Video Confrencing (Anderson, 2006). IPTV biasa disediakan oleh operator broadband dengan menggunakan infrastruktur jaringan tertutup atau private. Pendekatan jaringan tertutup ini membuat IPTV bersaing dengan siaran TV melalui internet publik atau lebih dikenal dengan Internet TV. Dalam bisnis, IPTV digunakan bagi penyebaran layanan TV eksklusif yang bersifat lebih komersial karena penggunaan jaringan LAN korporat sebagai media penyebarannya.

Salah satu keterbatasan IPTV disebabkan karena IPTV berbasis Internet Protocol, di mana hal ini menyebabkan pengiriman IPTV sangat dipengaruhi oleh packet lost dan delay jika koneksi IPTV tidak terlalu cepat. Oleh karena itu, dibutuhkan media yang dapat memberikan kecepatan pengiriman yang tinggi untuk menyediakan layanan IPTV yang berkualitas. Dengan kata lain, pengiriman IPTV sangat dipengaruhi oleh besar kapasitas bandwidth yang tersedia pada jaringan.

Istilah IPTV merupakan persepsi yang kurang tepat yang sudah terlanjur menjadi acuan bagi khalayak luas. Istilah ini sering menjadi istilah acuan terhadap hampir semua transmisi video yang menggunakan pendekatan IP. Padahal tidak semua transmisi video tersebut dapat dikategorikan sebagai IPTV. Beliau berpendapat bahwa istilah yang lebih tepat merupakan istilah Video over IP. Begitu juga dengan sistem transmisi video yang akan dirancang pada skripsi ini, karena konten yang akan ditransmisikan bukanlah merupakan konten televisi.

 

Daftar pustaka

  1. Tugas.net/index.php/electronic-electronik/17-pengertian-iptv diakses 19 april 2013
  2. Id.wikipedia.org/wiki/Televisi_protocol_Internet diakses 19 april 2013

 

 

 

VIDEO STREAMING

 

          Video merupakan suatu media yang sangat penting untuk komunikasi dan hiburan selama puluhan tahun ini. Pertama kali, video diolah dan ditransmisikan dalam bentuk analog. Perkembangan di bidang komputer telah membantu terbentuknya video digital. Salah satu penerapan video digital yang digunakan dalam transmisi data adalah video streaming. Video streaming adalah teknologi pengiriman data, video atau audio dalam bentuk yang telah dikompresi melalui jaringan internet yang ditampilkan oleh suatu  player secara  realtime.  Pengguna  memerlukan player  yang  merupakan aplikasi  khusus  untuk  melakukan  dekompresi  dan  mengirimkan  data  berupa video ke tampilan layar monitor dan data berupa suara ke speaker. Sebuah player dapat berupa suatu bagian dari browser atau sebuah perangkat lunak.  Inti dari streaming  adalah  membagi  data  dan  encoding,  kemudian  mengirimkannya melalui jaringan dan pada saat data sampai pada pengguna maka akan dilakukan decoding  serta  pembacaan  data.  Ciri-ciri  aplikasi  streaming  yaitu  distribusi audio, video dan multimedia pada jaringan secara realtime atau on demand transfer media data digital dari server dan diterima oleh pengguna sebagai realtime stream simultan sehingga pengguna tidak perlu menunggu keseluruhan data di-download karena server mengirimkan data yang diperlukan setiap selang waktu tertentu. Hal ini  memungkinkan pengguna untuk menjalankan file content seketika dengan periode buffer pendek.

          Ada beberapa tipe video streaming antara lain webcast, dimana tayangan yang  ditampilkan  merupakan  siaran  langsung  (live)  dan  Video  on  Demand (VOD), di mana tayangan yang akan ditampilkan sudah terlebih dahulu disimpan dalam server. Faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi video streaming melalui  jaringan antara  lain :  besarnya bandwidth,  waktu tunda (delay), lost packet,  dan  juga  teknik  mendistribusikan  video  tersebut  ke  beberapa  tujuan secara merata dan efisien. (Apostolopoulos, 2002, p1).

Protocol Video Streaming

Protokol  adalah  aturan-aturan  yang  diterapkan  untuk  teknologi  tertentu.  Protokol  di teknologi  streaming  yang  digunakan  untuk  membawa  pesan  paket,  dan  komunikasi  terjadi melalui protocol tersebut . Beberapa protokol yang digunakan dalam teknologi streaming adalah:

  1. Session Description Protocol (SDP) : Gambaran format media yang digunakan untuk menggambarkan   session   multimedia   untuk   tujuan   pengumuman   session,   session undangan, dan bentuk-bentuk inisiasi session multimedia
  2. RealTime Transport Protocol (RTP) : Sebuah paket dengan format UDP dan seperangkat konvensi yang menyediakan fungsi jaringan transportasi end-to-end, cocok untuk aplikasi transmisi data real-time seperti audio, video atau data simulasi, melalui layanan jaringan multicast atau unicast.
  3. Real-time Control Protocol (RTCP) : RTCP adalah protokol kontrol yang bekerja sama dengan RTP. Paket kontrol RTCP secara berkala dikirimkan oleh masing-masing paket dalam sesi RTP untuk semua paket lainnya. RTCP digunakan untuk mengontrol kinerja dan untuk tujuan diagnostik.
  4. Hypertext Transfer Protocol (HTTP) : Sebuah protokol level aplikasi yang terdistribusi, kolaboratif, dengan system informasi hypermedia. Ini adalah protokol berorientasi objek yang dapat digunakan untuk banyak tugas, seperti server nama dan sistem manajemen objek terdistribusi, melalui perpanjangan metode permintaannya.
  5. Real Time Streaming Protocol (RTSP) : Sebuah protokol level aplikasi untuk kontrol atas pengiriman data dengan sifat real-time. RTSP menyediakan kerangka extensible untuk mengaktifkan kendali pada pengiriman data real-time, seperti audio dan video, dengan menggunakan Transmission Control Protocol (TCP) atau User Data Protocol (UDP).

Ada tiga cara umum yang biasa digunakan dalam menerima stream data yaitu :

 1. Download

       Pada penerimaan stream data dengan cara download, akses video dilakukan dengan cara melakukan download terlebih dahulu suatu file multimedia dari server. Penggunaan cara ini mengharuskan keseluruhan suatu file multimedia harus diterima secara lengkap pada pengguna. File multimedia yang sudah diterima kemudian disimpan pada tempat penyimpanan yang ada di komputer. Pengguna baru dapat mengakses video tersebut setelah berhasil menerima file multimedia tersebut secara lengkap. Keuntungan dari penggunaan cara download ini adalah akses yang lebih cepat ke salah satu bagian dari file tersebut.  Sedangkan  kekurangannya  adalah  pengguna  yang  ingin  mengakses video tersebut harus menunggu terlebih dahulu sampai keseluruhan file multimedia tersebut diterima secara lengkap.

2.   Streaming

            Pada penerimaan video secara streaming, pengguna dapat melihat suatu file multimedia hampir bersamaan ketika file tersebut mulai diterima. Penggunaan  cara  ini  mengharuskan  pengiriman  suatu file multimedia ke pengguna secara konstan. Hal ini bertujuan agar pengguna dapat menyaksikan video yang diterima secara langsung tanpa ada bagian yang hilang. Keuntungan dari cara ini adalah pengguna tidak perlu menunggu hingga suatu file multimedia dikirimkan secara lengkap. Dengan demikian, penggunaan  cara ini memungkinkan sebuah server untuk melakukan pengiriman siaran secara langsung kepada pengguna.

3.   Progressive Downloading

            Progressive downloading adalah suatu metode hybrid yang merupakan hasil penggabungan antara  metode download  dan  metode streaming,  dimana video yang sedang diakses dapat diterima dengan cara download sehingga player yang ada pada pengguna sudah dapat mulai menampilkan video tersebut sejak sebagian dari file tersebut diterima walaupun file tersebut belum diterima secara lengkap

Sistem Video Streaming

             Video streaming merupakan urutan dari “gambar bergerak” yang dikirim dalam bentuk terkompresi melalui Internet dan dilihat oleh user. Sebuah sistem video-streaming yang lengkap melibatkan semua elemen dasar dari menciptakan, memberikan, dan akhirnya memainkan konten video. Komponen utama dari sistem video streaming yang lengkap terdiri dari Encoding Station, Video  Server, Jaringan Infrastruktur, dan Client-Playback  yang diilustrasikan dalam gambar berikut.

 1

Gambar 1. Sistem video streaming

Gambar 1 diatas menunjukkan komponen utama yang diperlukan dalam melakukan video streaming. Untuk proses streaming yang lebih jelas dan lengkap, dapat dilihat pada gambar 2 berikut ini:

 2

      Gambar 2.  Proses VideoStreaming

                Gambar 2 diatas menunjukkan proses video streaming dari awal yaitu pengambilan video (capture),  pengubahan  format  video  (edit),  pengkodean  (encode),  penyajian  video  (server), hingga akhirnya dapat dilihat oleh user (play). Adapun proses yang lebih jelas adalah sebagai berikut:

1.            Capture

Diagram ini menunjukkan langkah pertama dalam proses pembuatan video streaming yaitu menangkap video dari sumber analog seperti camcorder atau VHS tape kemudian mendigitalisasi berkas dan menyimpannya ke disk. Hal ini biasanya dicapai dengan kartu add-in video capture analog dan software yang digunakan untuk menyesuaikan gambar. Video digital yang terbaru seperti camcorder video digital dapat menangkap langsung dan disimpan ke disk dengan Firewire capture board tanpa langkah konversi analog ke digital.

 2.            Edit/Author

 Setelah  video  dikonversi  menjadi  digital  dan  disimpan  pada  disk  yang  dapat  diedit dengan menggunakan   berbagai   alat editing  non-linear. Pada tahapini, terjadi prose pengintegrasian  video  dengan  multimedia  lain  ke  dalam  presentasi,  hiburan,  atau  format pelatihan  dengan  menggunakan  sebuah  authoring  tool (Windows  Media  Player,  Video  Lan Converter, Real Media, dll ).

3.            Encode

 Setelah video itu diedit dan terintegrasi dengan media lain, selanjutnya terjadi proses pengkodean ke format file yang sesuai dengan streaming. Ini umumnya melibatkan perangkat lunak encoding dari vendor video-streaming dan menentukan resolusi output yang diinginkan, frame rate, dan data rate untuk file video streaming. Ketika kecepatan data yang diperlukan telah didukung, beberapa file disesuaikan untuk setiap data rate. Sebagai alternatif, video streaming teknologi baru membuat satu file yang memiliki penyesuaian bandwidth dinamis untuk tingkat data yang diperlukan klien.

 4.            Server

 Server video mengelola pengiriman video untuk klien menggunakan protokol jaringan transportasi yang  sesuai melalui koneksi jaringan. Server  video  terdiri dari sebuah platform perangkat keras yang telah dikonfigurasi secara optimal untuk pengiriman video real-time plus software video server yang berjalan di bawah sistem operasi seperti Microsoft Windows NT yang bertindak sebagai polisi lalu lintas untuk pengiriman video stream . Software video server umumnya memiliki kapasitas jumlah streaming. Jika jumlah streaming melebihi kapasitas yang tersedia, maka software tersebut akan menolak permintaan streaming tersebut.

5.            Play

 Akhirnya, di stasiun pemutar video klien menerima stream video dengan proses buffer dan  bermain  ukuran  jendela  yang  sesuai  menggunakan  user  interface  seperti  VCR.  User umumnya didukung fungsi seperti play, pause, stop, rewind, mencari, dan fast forward. User Client dapat menjalankan stand-alone atau dapat ActiveX kontrol atau plug-in browser. Mereka bisa  mendecode  video  menggunakan  perangkat  lunak  atau  menggunakan  hardware  add-in decoder board.

 

   Parameter Video Streaming

   Penerapan teknologi video streaming mengharuskan dilakukannya nperancangan sistem dan jaringan secara matang untuk memungkinkan pengiriman video streaming yang berkualitas tinggi. Adapun faktor-faktor yang  sangat  mempengaruhi  unjuk  kerja  video  streaming  pada  jaringan adalah bandwidth, delay jitter, dan loss rate (Jaromil, 2003). Ketiga faktor ini harus menjadi perhatian utama dalam melakukan suatu perancangan sistem dan jaringan.

3

 

Daftar Pustaka

1. http://www.teknologi.kompasiana.co

2.http://if-unsika-2010-134.blogspot.com/2013/04/definisi-video streaming.html  diakses 18 april 2013-04-18

3.SATWIKA.S.K, PROSES VIDEO STREAMING DENGAN PROTOCOL REAL TIME STREAMING PROTOCOL (RTSP), UNIVERSITAS UDAYANA, 2011.

ENCODER

 

 

Encoder adalah perangkat, sirkuit, transduser, program perangkat lunak, algoritma atau orang yang mengubah informasi dari satu format atau kode yang lain, untuk tujuan standardisasi, kecepatan, kerahasiaan, keamanan, atau menghemat ruang dengan mengecilkan ukuran.

         Pada proses fansubbing encoder merupakan seseorang yang bertugas menggabungkan file subtitle dan video raw menjadi satu menggunakan program encoding. seorang encoder harus mengetahui setingan x264 dan kegunaan filters (digunakan atau tidak). 

            Encoder biasanya bekerja menggunakan program open source seperti Virtual Dub, Avisynth, mkvmerge GUI, MiniCoder, dll. Mereka meload script yang berisi kedua raw dan SSA script dan memutuskan parameter mana yang harus digunakan untuk meningkatkan kualitas gambar serta ukuran video dengan mengkonfigurasi codec video. Ukuran standar untuk setiap episode sekitar 300 MB untuk 720p dan salah satu codec yang paling banyak digunakan ialah H.264. Bila perlu, filter khusus bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas gambar meskipun cendrung akan memperlambat proses encoding.

 Encoding terdiri dari beberapa tahap, antara lain :

 

       1. Mengambil sebuah video kenvensional atau sinyal televisi dan mengkonversinya menjadi sebuah format file yang dapat diproses oleh software komputer.

      2. Mengurangi data rate dengan penyekalaan (scalling) dan kompresi menjadi sebuah bit rate  yang dapat dikirim melalui circuit dial-up atau broadband.

       3. Membungkus video yang terkompresi dalam sebuah format yang terpaket yang dapat di-stream melalui sebuah jaringan IP.

            Encoding video adalah salah satu langkah penting dalam sebuah video yang akan menentukan apakah output gambar terlihat baik atau buruk.

Daftar Pustaka

  1. http://www.digitalfaq.com/guides/video/introduction-encode-convert.htm diakses 18 april 2013
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Encoder dikases 19 april 2013 diakses 18 april 2013
  3. http://emissionsubs.blogspot.com/2012/01/proses-fansubbing.html diakses 18 april 2013

 

 

MPEG-2 DAN MPEG-4

Sejarah Perkembangan MPEG

       MPEG (Motion Picture Expert Group) adalah nama organisasi internasional ISO/IEC yang mengembangkan standar pengkodean citra bergerak. Pertemuan pertama terjadi pada bulan Mei 1998 di Ottawa, Kanada. Namun kini MPEG sebagai berkas dengan nama singkatan yang berbeda yaitu Moving Picture Expert Group.

Beberapa standar yang dikembangkan adalah MPEG-2 dan MPEG-3. Encoding MPEG-2 digunakan pada video CD, sementara MPEG-3 menjadi populer dengan tampilnya lapisan audio (audio layer) MPEG-3, yang dikenal dengan MP3.

MPEG berkembang menjadi beberapa kategori:

  • MPEG-1 (1993): Coding gambar bergerak dan audio yang terkait untuk media penyimpanan digital. Umumnya terbatas pada sekitar 1,5 Mbit / s meskipun spesifikasi mampu dari bit rates jauh lebih tinggi (ISO / IEC 11172). Kompresi MPEG pertama standar untuk audio dan video. Itu pada dasarnya dirancang untuk memungkinkan gambar bergerak dan suara yang akan dikodekan ke dalam bitrate dari sebuah Compact Disc. Hal ini digunakan pada Video CD, SVCD dan dapat digunakan untuk rendah kualitas video pada DVD Video

  • MPEG-2 (1995): coding Generik gambar bergerak dan informasi audio terkait. (ISO / IEC 13818) Transportasi, video dan standar audio untuk kualitas penyiaran televisi. MPEG-2 standar itu jauh lebih luas dalam lingkup dan daya tarik yang lebih luas – mendukung interlace dan definisi tinggi. MPEG-2 dianggap penting karena telah dipilih sebagai skema kompresi untuk over-the-air televisi digital ATSC, DVB dan ISDB, satelit digital layanan TV Dish Network, sinyal televisi kabel digital, SVCD dan DVD Video.  Hal ini juga digunakan di Blue-ray.

  •  MPEG-3: MPEG-3 ditangani dengan standarisasi scalable dan multi-resolusi kompresi  dan dimaksudkan untuk kompresi HDTV tetapi ditemukan untuk menjadi berlebihan dan bergabung dengan MPEG-2, sebagai akibat tidak ada standar MPEG-3. MPEG-3 tidak menjadi bingung dengan MP3, yang merupakan MPEG-1 Audio Layer 3
  • MPEG-4 (1998): Coding audio-visual objek. (ISO / IEC 14496) MPEG-4 menggunakan alat lebih lanjut  dengan kompleksitas tambahan untuk mencapai faktor kompresi yang lebih tinggi dari MPEG-2  Selain coding yang lebih efisien dari video., MPEG-4 bergerak lebih dekat ke aplikasi komputer grafis. Dalam profil yang lebih kompleks, decoder MPEG-4 efektif menjadi prosesor rendering dan bitstream dikompresi menjelaskan tiga dimensi bentuk dan tekstur permukaan. MPEG-4 mendukung Manajemen Kekayaan Intelektual dan Perlindungan (IPMP), yang menyediakan fasilitas untuk menggunakan kepemilikan teknologi untuk mengelola dan melindungi konten seperti manajemen hak digital . Hal ini juga mendukung MPEG-J, solusi sepenuhnya program untuk penciptaan kustom aplikasi multimedia interaktif (aplikasi Java lingkungan dengan Java API) dan banyak fitur lainnya.] Beberapa standar video baru yang lebih tinggi-efisiensi (lebih baru dari MPEG-2 Video) termasuk, khususnya:

1. MPEG-4 Bagian 2 (atau Profil Sederhana Sederhana dan Lanjutan)

                 2. MPEG-4 AVC (atau MPEG-4 Bagian 10 atau H.264).

       MPEG-4 AVC dapat digunakan pada HD DVD dan Blu-ray, bersama dengan VC-1 dan MPEG2  Dan jenis lainnya seperti MPEG A, MPEG B, MPEG C, MPEG D, MPEG E,MPEG V, MPEG M,MPEG U yang masing masing mempunyai kegunaan yang berbeda beda. MPEG juga menjadi  standarisasi protokol dan sintaks di mana dimungkinkan untuk menggabungkan atau multipleks data audio dengan data video untuk menghasilkan setara digital dari program televisi. Dalam konteks penulisan kali ini saya akan memaparkan MPEG-2 dan MPEG4.

MPEG-

            MPEG-2 adalah penentuan untuk sekelompok koding dan kompresi untuk audio dan video, yang disetujui oleh MPEG dan diterbitkan sebagai standar internasional ISO/IEC 13818. MPEG-2 biasanya digunakan untuk encode audio dan video untuk sinyal broadcast, termasuk satelit broadcast langsung dan televisi kabel. MPEG-2 dengan beberapa modifikasi juga format coding yang digunakan dalam film DVD komersial. Menggunakan MPEG2 perlu membayar biaya lisensi kepada pemegang paten melalui MPEG Licensing Association.

           Pengembangan dari MPEG-1, ditujukan untuk aplikasi televisi digital (DTV  dan  HDTV)  dan  bit  rate  yang  lebih  tinggi  sekitar  3.750  kbps hingga 8.000 kbps. MPEG-2 merupakan codec asimetris yang baik untuk menunjang kualitas penyebaran video, namun berkapasitas bit rate tinggi sehingga tidak cocok digunakan untuk broadband internet viewing atau penyajian via internet (Stolarz, 2004). MPEG-2 dapat di-install pada Microsoft, Real, serta Quicktime Player. Meski sebenarnya player-player tersebut tidak secara mendasar dapat melakukan decode MPEG-2.

 Struktur Codec

       Dalam sebuah sistem MPEG-2 , gerakan DCT dan-prediksi interframe kompensasi digabungkan, coder  ini mengurangi gerakan-prediksi kompensasi dari sumber gambar untuk membentuk gambar ‘kesalahan prediksi’. Kesalahan prediksi ditransformasikan dengan DCT tersebut, koefisien quantised dan nilai-nilai quantised dikodekan menggunakan  VLC.

        Pencahayaan  kode  dan  kesalahan  chrominance  prediksi  adalah gabungan ‘sisi informasi’ dengan yang diperlukan oleh decoder, seperti vektor gerakan dan informasi sinkronisasi, dan dibentuk menjadi sebuah bitstream untuk transmisi.

 4

Gambar  Garis besar bitstream-2 video struktur MPEG .

 

         Dalam    decoder, koefisien DCT quantised direkonstruksi dan terbalik ditransformasikan untuk menghasilkan kesalahan prediksi. Hal ini ditambahkan ke prediksi-gerakan  kompensasi  yang  dihasilkan  dari gambar  sebelumnya  diterjemahkan untuk menghasilkan output decode. Metode yang digunakan untuk memprediksi memblokir dapat berubah dari satu blok ke yang berikutnya.  Selain itu, dua bidang dalam blok dapat diprediksi secara terpisah dengan vektor gerak mereka sendiri, atau bersama- sama menggunakan vektor gerakan umum.

 Jenis gambar

    Dalam MPEG-2, tiga ‘gambar tipe’ didefinisikan. Jenis gambar yang mendefinisikan mode prediksi dapat digunakan untuk kode setiap blok.

• ‘Intra’  gambar  (I-gambar)  adalah  kode  tanpa  referensi  ke  gambar  lain.  kompresi Moderat dicapai dengan mengurangi redundansi spasial, tetapi tidak redundansi temporal.

• ‘Prediksi’ gambar (P-gambar) dapat  menggunakan sebelumnya-atau P-gambar untuk kompensasi gerak dan dapat digunakan sebagai referensi untuk prediksi lebih lanjut. Setiap blok dalam gambar-P bisa diprediksi atau intra-kode.

• ‘Bidireksional-prediksi’ gambar (B-gambar) dapat menggunakan yang sebelumnya dan berikutnya-atau P-gambar untuk gerak-kompensasi, dan menawarkan tingkat kompresi tertinggi. Setiap blok dalam gambar diatas dapat  maju, mundur atau bidireksional diprediksi atau intra-kode.

 Buffer kontrol

        MPEG-2 mendefinisikan decoder maksimum (dan karenanya koder) ukuran buffer, walaupun coder dapat memilih untuk menggunakan hanya sebagian dari ini. MPEG-2 Penundaan melalui buffer coder dan decoder sama dengan ukuran buffer dibagi dengan bit rate saluran. Mengurangi ukuran buffer akan mengurangi menunda, tetapi dapat mempengaruhi kualitas gambar jika buffer menjadi terlalu kecil untuk mengakomodasi variasi pada laju bit dari coder VLC.

Rincian tingkatan

MPEG-2 mendefinisikan empat tingkat kendala coding parameter. Tabel dibawah menunjukkan kendala pada ukuran gambar, frame rate, bit rate dan ukuran buffer untuk masing-masing tingkat yang ditetapkan. Perhatikan bahwa hambatan adalah batas atas dan bahwa codec dapat dioperasikan di bawah batas-batas ini

Tabel  MPEG-2 tingkat: Ukuran gambar, frame-rate dan tingkat kendala bit.

 5

Aplikasi MPEG-2

  1. BSS      =     Broadcasting Satellite Service (ke rumah)
  2. CATV  =    Cable TV distribution dengan jaringan optik, tembaga, dll
  3. CDAD  =    Cable Digital Audio Distribution
  4. DAB     =    Digital Audio Broadcasting (terrestrial & satellite briadcasting)
  5. DTTB   =    Digital Terrestrial television Broadcast
  6. EC         =    Electronic Cinema
  7. ENG      =    Electronic News Gathering
  8. FSS        =    Fixed Satellite Service (misalnya ke head end)
  9. HTT       =     Home Television Theatre
  10. IPC        =     Interpersonal Comms. (videoconferencing, videophone)
  11. ISM       =     Interactive Storage Media (optical discs, dll)
  12. MMM    =     Multimedia Mailing
  13. NCA       =     News and Current Affairs
  14. NDS       =      Networked Database Services (via ATM, dll)
  15. RVS       =      Remote Video Surveillance
  16. SSM       =      Serial Storage Media (digital VTR, dll)

Kelebihan MPEG-2 :

  1. Standard MPEG-2 digunakan untuk aplikasi audio-visual coding generic
  2. tahan error untuk broadcasting & jaringan ATM
  3. mengirimkan multiple program secara simultan
  4.  panjang paket transport MPEG-2  pendek dan tetap
  5. Pada MPEG-2 kompresi video dan audio dilaksanakan dengan MPEG-2 Video & Audio standard
  6. Untuk aplikasi praktis  bit stream video dan audio yang sudah dikompres harus digabung dalam satu single bit stream sehingga dapat disimpan dalam DSM atau ditransmisikan melalui kanal komunikasi.

MPEG-4

Definisi

          MPEG-4, diperkenalkan pada akhir 1998, adalah sebuah nama dari sebuah grup koding standar audio dan video dan teknologi yang berhubungan yang disetujui oleh Moving Picture Experts Group (MPEG) ISO/IEC. Kegunaan utama bagi standar MPEG-4 adalah internet (streaming media) dan CD, videophone, dan televisi broadcast.

          MPEG-4 menyerap banyak fungsi dari MPEG-1 dan MPEG-2 dan standar berhubungan lainnya, menambahkan fungsi baru seperti dukungan VRML (extended) untuk perenderan 3D, file komposit berorientasi objek (termasuk audio, video, dan VRML), dukungan spesifikasi-luar Manajemen Hak Cipta Digital dan banyak interaktivitas lainnya.

      Format MPEG-4 sangat tepat untuk memampatkan format video yang besar,seperti .avi atau .vob karena konsep dasar dari kompresi MPEG-4 adalah mengompres file ketika menyimpan video,lalu ketika video tersebut diputar,codec MPEG-4 akan mengembangkan lagi ukuran file ini,jadi tingkat penurunan kualitas video maupun audio menjadi sangat minimal dengan ukuran kompresi file yang maksimal.

      MPEG-4 pada saat ini masih dalam proses pengembangan dan dibagi menjadi beberapa bagian. Perusahaan yang mempromosikan kecocokan terhadap MPEG-4 tidak selalu menyatakan dengan jelas level kecocokan “part” yang mereka maksud. Bagian kunci yang mungkin diketahui yaitu MPEG-4 part 2 (yang di dalmnya termasuk Advanced Simple Profile, digunakan oleh codecs seperti DivX, Xvid, Nero Digital dan 3ivx dan oleh Quicktime 6) dan MPEG-4 part 10 (MPEG-4 AVC/H.264 atau Advanced Video Coding, digunakan oleh codec x264, Nero Digital AVC, Quicktime 7, dan high-definition video media seperti Blu-ray Disc).

         Kebanyakan fitur yang terdapat pada MPEG-4 diserahkan pada developer / pengembang individual untuk menentukan apakah akan mengimplementasikannya atau tidak. Hal tersebut berarti bahwa ada kemungkinan implementasi yang tidak lengkap dari keseluruhan standard set MPEG-4. Jadi untuk kesepakatan terhadap hal tersebut, standard menyertakan konsep dari “profiles” dan “level”. Yang memperbolehkan kapabilitas suatu set spesifik untuk mendefinisikan cara yan tepat untuk sebuah subset dari suatu aplikasi.

 Kompresi

      Kompresi MPEG-4 cukup rumit dibandingkan dengan MPEG-2, seperti yang dirancang untuk membuat video berkualitas tinggi untuk aplikasi multimedia dengan bit rate yang relatif rendah. Sederhananya, kompresi MPEG-4 menghilangkan redundant bit dengan membandingkan banyak frame sekaligus, dibandingkan dengan MPEG-2, dengan menyesuaikan bit rate yang sesuai. Dibandingkan dengan MPEG-2, MPEG-4 adalah format pengkodean jauh lebih fleksibel. Teknik seperti discrete cosine transform, kuantisasi vektor dan kompresi wavelet digunakan untuk mengurangi ukuran data file sumber sinyal dengan memahat keluar redundansi temporal dan spasial sementara tetap mempertahankan penting. Transformasi matematika dan algoritma didasarkan pada teori informasi secara luas digunakan untuk tujuan tersebut.

 Ukuran File

                Dibandingkan dengan MPEG-2 file, MPEG-4 file mengambil ukuran memori yang kecil. Hal ini karena algoritma kompresi unggul yang digunakan dalam MPEG-4, yang memungkinkan file video dan audio yang akan diangkut melalui Internet dan streaming pada berbagai platform jaringan.

Kualitas

MPEG-2 adalah standar industri dan video yang Anda menonton di DVD dan televisi digital yang dikodekan di dalamnya. Kualitas MPEG-2 sempurna, tapi format ini tidak dibuat untuk aplikasi jaringan multimedia. Hal ini tidak dibuat untuk streaming video di telepon atau untuk aplikasi siaran. Ukuran file besar itu menghasilkan, menjadi pilihan praktis untuk online streaming.

                Di sisi lain, bagian dari MPEG-4 secara eksklusif dikembangkan untuk aplikasi multimedia streaming di Internet. Jadi video dikodekan di dalamnya, akan memberikan kualitas video yang lebih baik atau audio ketika streaming online. Dengan format MPEG-4, video conferencing adalah mungkin. MPEG-4 melampaui MPEG-2 dalam gambar dan kualitas audio secara keseluruhan.

Bit Rate

                File dikodekan dalam format MPEG-2 memiliki bit rate yang berkisar antara 4 sampai 80 MB per detik, sedangkan MPEG-4 file memiliki bit rate yang relatif rendah (mulai dari beberapa kilobyte untuk megabyte per detik). Hal ini karena format ini dirancang untuk berbagai aplikasi.

Bandwidth

Jika Anda membandingkan MPEG-2 dan MPEG-4, sehubungan dengan bandwidth, Anda akan menemukan perbedaan yang substansial. Hal ini dapat dengan mudah ditunjukkan oleh encoding dan membandingkan file dalam dua format dan memeriksa ukuran mereka, serta bandwidth. Biasanya, MPEG-4 memiliki kurang dari setengah bandwidth sinyal MPEG-2, yang membuatnya ideal untuk streaming. Memang benar bahwa MPEG-4 encoding adalah komputasi lebih tuntut dibandingkan dengan format lain, tetapi hasil akhirnya membenarkan waktu yang diinvestasikan.

Kesimpulan

                Kedua format yang digunakan saat ini untuk aplikasi yang berbeda. MPEG-2 masih digunakan dalam pengkodean DVD dan siaran TV sambil Internet dan encoding video secara umum adalah domain dari MPEG-4, karena terus berkembang untuk melayani tuntutan baru.

Daftar Pustaka

  1. http://www.buzzle.com/articles/mpeg2-vs-mpeg4.html diakses 20 april 2013
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/MPEG-4 diakses 19 april 2013
  3. http://www.t4belajar.com/2013/03/perbedaan-receiver-mpeg2-dan-mpeg4.html diakses 19 april 2013
  4. http://id.wikipedia.org/wiki/MPEG-2 diakses 19 april 2013
  5. http://pti08.wordpress.com/2008/09/21/mpeg/ diakses 19 april 2013
  6. Putu A., DIGITAL VIDEO BROADCAST (DVB) DENGAN STANDAR MPEG-2,UNIVERSITAS UDAYANA.2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s