MASYARAKAT MADANI

Sebelum memasuki pokok bahasan ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu dari mana asal mula kata masyarakat madani itu.

Pengertian masyarakat madani sudah diperbincangkan sejak tahun 1990-qn di kalangan kaum intelektual. Istilah masyarakat madani merupakan terjemahan dari istilah civil society,seperti “masyarakat sipil”,”masyarakat kewaganegaraan” dan “masyarakat warga”.

Namun terjemahan sipil oleh sebagian kalangan dianggap kurang tepat, karena istilah ini sering diasosiasikan dengan kata lawan militer. Sementara terjemahan “masyarakat kewargaan”pernah digunakan oleh Asosiasi Politik Indonesia (API) dalam seminar nasional di kupang pada tahun 1995.  Tapi kedua istilah tersebut kurang popular dibandingkan istilah masyarakat madani

Dalam pengertian masyarakat madani ditandai adanya identitas yang dimiliki bersama sehingga hak dan tanggung jawab warga negara diberikan secara proposional dan seimbang. Cirri masyarakat madani lainya adalah adanya perlindungan hak-hak warga negara dalam pengertian luas yang mencangkup aspek politik,ekonomi, social budaya,hukum dan lain sebagainya.

  1. PENGERTIAN MASYARAKAT MADANI

 

Masyarakat madani adalah suatu masyarakat yang berbudaya, maju dan modern, setiap warganya menyadari dan mengetahui hak-hak dan kewajibannya terhadap negara, bangsa dan agama, seta terhadap sesame, dan memjunjung tinggi hak-hak asasi manusia.

Masyarakat madani adalah suatu masyarakat yang didambakan oleh banyak orang,bahkan oleh masyarakat dunia. Mereka adalah gambaran masyarakat yang diidealkan oleh islam dan pernah menjadi dari sejarah Rasulullah SAW ketika beliau memimpin negara islam pertama di Madinah

 

  1. LATAR BELAKANG MASYARAKAT MADANI

Masyarakat madani diprediski sebagai masyarakat yang berkembang sesuai dengan potensi budaya, adat istiadat, dan agama. Demikian pula, bangsa Indonesia pada era reformasi ini diarahkan untuk menuju masyarakat madani, untuk itu kehidupan manusia Indonesia akan mengalami perubahan yang fundamental yang tentu akan berbeda dengan kehidupan masayakat pada era orde baru. Kenapa, karena dalam masyarakat madani yang dicita-citakan, dikatakan akan memungkinkan “terwujudnya kemandirian masyarakat, terwujudnya nilai-nilai tertentu dalam kehidupan masyarakat, terutama keadilan, persamaan, kebebasan dan kemajemukan (pluraliseme)” , serta taqwa, jujur, dan taat hokum (Bandingkan dengan Masykuri Abdillah, 1999:4). Konsep masyarakat madani merupakan tuntutan baru yang memerlukan berbagai torobosan di dalam berpikir, penyusunan konsep, serta tindakan-tindakan. Dengan kata lain, dalam menghadapi perubahan masyarakat dan zaman, “diperlukan suatu paradigma baru di dalam menghadapi tuntutan-tuntutan yang baru, demikian kata filsuf Kuhn. Karena menurut Kuhn, apabila tantangan-tantangan baru tersebut dihadapi dengan menggunakan paradigma lama, maka segala usaha yang dijalankan akan memenuhi kegagalan”.

 

  1. KARAKTERISTIK DAN CIRI-CIRI MASYARAKAT MADANI

 

  1. 1.      Free public sphere (ruang publik yang bebas), yaitu masyarakat memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik, yaitu berhak dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul, serta mempublikasikan informasikan kepada publik.
  2. 2.      Demokratisasi, yaitu proses dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya
  3. 3.      Toleransi, yaitu sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain.
  4. 4.      Pluralisme, yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus,
  5. 5.      Keadilan sosial (social justice), yaitu keseimbangan dan pembagian antara hak dan kewajiban, serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya.
  6. 6.      Partisipasi sosial, yaitu partisipasi masyarakat yang benar-benar bersih dari rekayasa, intimidasi, ataupun intervensi penguasa/pihak lain.
  7. 7.      Supremasi hukum, yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan
  8. 8.      Sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan
  9. 9.      Sebagai advokasi bagi masyarakt yang teraniaya dan tidak berdaya membela hak-hak dan kepentingan
  10. 10.  Menjadi kelompok kepentingan atau kelompok penekan

CIRI- CIRI MASYARAKAT MADANI

1.   Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam masyarakat  melalui kontrak sosial dan aliansi sosial.

2.    Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif.

3.   Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat.

4. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena   keanggotaan organisasi-organisasi volunter mampu memberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah.

5.   Tumbuhkembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rejim-rejim totaliter.

6.   Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu-individu  mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri.

7.  Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan berbagai ragam perspektif.

 

Daftar pustaka

  1. http://www.anneahira.com/pengertian-masyarakat-madani.htm
  1. http://septianardiwiratanta.blogspot.com/2010/11/pengertian-dan-latar-belakang.html
  1. http://fixguy.wordpress.com

 

 

 

One thought on “MASYARAKAT MADANI

  1. Ping-balik: Masyarakat Madani « jhodija

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s